PELAKSANAAN PRAKERIN
3.1 Pengertian
Komputer adalah sekumpulan mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan
jutaan komponen yang saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja
yang baik dan teliti. Sistem ini kemudian dapat digunakan untuk
melaksanakan serangkaian pekerjaan secara otomatis, berdasar urutan instruksi
ataupun program yang diberikan kepadanya.
Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:

3.1.1
Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer
serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul. Hal yang terkait dalam
persiapan meliputi:
- Penentuan Konfigurasi Komputer
- Persiapan Komponen dan perlengkapan
- Pengamanan
- Penentuan Konfigurasi Komputer
- Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan
dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan
perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
- Komponen komputer
- Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
- Buku manual dan referensi dari komponen
- Alat bantu berupa obeng pipih dan philips
Software sistem operasi, device
driver dan program aplikasi.

Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui
diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen
konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang
sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk
menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi
pada komputer yang selesai dirakit.
- Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah
seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan
atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
- Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
- Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

3.1.2 Perakitan
Tahapan proses
pada perakitan komputer terdiri dari:
- Penyiapan motherboard
- Memasang Prosessor
- Memasang heatsink
- Memasang Modul Memori
- memasang Motherboard pada Casing
- Memasang Power Supply
- Memasang Kabel Motherboard dan Casing
- Memasang Drive
- Memasang card Adapter
- Penyelesaian
Akhir
- Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi
jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke
motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper
tegangan dapat merusak prosessor.

Gambar
3.4 Penyiapan Motherboard
- Memasang Prosessor
Prosessor
lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang
prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
- Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
- Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
- Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
- Turunkan kembali tuas pengunci.

Gambar
3.5 Pemasangan Processor
Jenis Slot
- Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
- Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
- Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.

Gambar
3.6 Pemasangan VGA Card
- Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh
prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan
pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor
dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink
dilapisi gen penghantar panas. Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka
konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

Gambar
3.7 Pemakaian Heatsink (Pasta) pada Processor
- Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan
dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram
motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan
dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap
jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
- Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
- Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot.
- Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

Gambar
3.8 RAM

Gambar
3.9 Pemasangan RAM
Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama
dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan
sebagai panduan. Perbedaanya
DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
- Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
- sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
- Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.

Gambar
3.10 Slot

Gambar
3.11 Pemakaian Slot
- Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff).
Cara pemasangannya sebagai berikut:
- Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
- Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
- Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
- Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
- Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

Gambar
3.12 Pemasangan Motherboard pada Casing
- Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power
supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
- Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
- Hubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

Gambar
3.13 Pemasangan Power Supply
- Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya
adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
- Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
- Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
- Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
- Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
- Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
- Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

Gambar
3.14 Pemasangan Kabel Motherboard pada Casing

Gambar
3.15 Port

Gambar
3.16 Slot LED
- Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau
DVD adalah sama sebagai berikut:
- Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
- Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
- Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
- Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
- Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
- Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
- Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
- Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
- Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

Gambar
3.17 Pemasangan Drive
- Memasang Card Adapter
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound,
network, modem dan SCSI adapter.Video card umumnya harus dipasang dan diinstall
sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
- Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
- Pasang sekerup penahan card ke casing
- Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

Gambar
3.18 Pemasangan Card Adapter
- Penyelessaian Akhir
- Pasang penutup casing dengan menggeser
- sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
- Pasang konektor monitor ke port video card.
- Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
- Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
- Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

Gambar
3.19 Penempatan Kabel Penghubung
3.1.2
Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit
dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan
program BIOS sebagai berikut:
- Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
- Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
- Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
- Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
- Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload
Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan
diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
3.1.4
Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer
dan penanganannya antara lain:
- Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
- Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/
LED dari
hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel
konektor atau ada pin yang belum pas terhubung. Selamat Mencoba dan
Semoga Bermanfaat.
3.2 Topologi Jaringan
Ilmu
yang mempelajari tentang hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun
jaringan (node, link, & station) disebut Topologi jaringan.Setiap jenis topologi di atas
masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Pemilihan topologi jaringan
didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna.

Gambar 3.20 Macam-macam Topologi Jaringan
Ada beberapa kategori Topologi Jaringan yaitu
:
- Topologi Bintang (Star)
- Topologi Bus
- Topologi Mesh
- Topologi Cincin (Ring)
- Topologi Pohon (Tree)
Berikut
penjelasan tentang 5 kategori utama dalam topologi jaringan.
- Topologi Bintang (Star)
Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang,
sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi
pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini
Gambar 3.21 : Prinsip Kerja Topologi
Star
Karakteristik
topologi bintang :
- Setiap node terhubung langsung dengan konsentrator/HUB.
- Jika HUB/konsentrator terhubung ke banyak komputer (misal HUB 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
- Topologi yang sangat mudah dikembangkan.
- Komunikasi jaringan tidak akan terganggu jika terjadi kerusakan pada salah satu kabel atau salah satu ethernet card.
- Menggunakan tipe kabel UTP.
Kelebihan
dari topologi tipe ini adalah :
- Aktifitas jaringan tidak terganggu jika dilakukan penambahan koneksi ke komputer.
- Aktifitas jaringan tidak terganggu jika salah satu jaringan mengalami kerusakan.
- Dapat menggunakan beberapa tipe kabel yang berbeda dalam satu konsentrator/HUB.
Kerugian
dari topologi tipe ini adalah :
- Memiliki HUB terpusat, sehingga jika terjadi kerusakan pada HUB, maka jaringan akan gagal beroperasi.
- Membutuhkan kabel yang panjang.
- Jumlah terminal terbatas pada port dari HUB.
- Semakin banyak komunikasi data pada jaringan, maka jaringan semakin lambat.
Penanganan
pada topologi jaringan ini adalah : Menyiapkan node cadangan, jika salah satu
node sedang mengalami kerusakan.
- Topologi Bus
Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone,
dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentangkan kemudian beberapa komputer
dihubungkan pada kabel tersebut

Gambar 3.22 : Prinsip Kerja Topologi
Bus
Karakteristik
topologi bus :
- Dihubungkan secara seri dan kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
- Sederhana dan ekonomis.
- Komunikasi data yang bersimpangan pada satu kabel.
- Tidak menggunakan HUB/konsentrator.
- Pada setiap ethernet card diperlukan Tconnector.
- Jika terjadi kerusakan pada salah satu node, jaringan akan down.
Keuntungan
dari topologi tipe ini adalah :
- Sederhana dan ekonomis.
- Kabel yang digunakan sedikit.
- Mudah untuk memperluas jaringan.
Kerugian
dari topologi tipe ini adalah :
- Komunikasi yang padat akan memperlambat jaringan.
- Barrel konektor(penghubung) memperlemah dan menghalangi sinyal elektrik yang dikirimkan.
- Troubleshooting yang sulit.
- Lambat.
- Topologi Mesh
Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan
dalam koneksi.Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit
dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi.setiap
perangkat Setiap prrangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang
ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat
berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Gambar 3.23 : Prinsip Kerja Topologi
Mesh
Karakteristik
topologi mesh :
- Hubungan yang rumit antara peralatan yang digunakan.
- Setiap peralatan terhubung satu sama lain.
- Sulit dikendalikan karena perlatan yang terhubung sangat banyak.
Keuntungan
dari topologi tipe ini adalah :
- Fault tolerance (kesalahan dapat ditoleransi).
- Kapasitas channel komunikasi terjamin.
- Troubleshooting lebih mudah.
Kerugian
dari topologi tipe ini adalah :
- Instalasi yang rumit.
- Konfigurasi ulang jika terjadi penambahan pada jaringan.
- Biaya pemeliharaan mahal.
- Topologi Cincin (Ring)
Disebut topologi ring karena bentuknya seperti cincing yang
melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin.
Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang
menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.

Gambar 3.24: Prinsip Kerja Topologi Ring
Karakteristik
topologi cincin adalah :
- Node dihubungkan secara seri berbentuk lingkaran.
- Sederhana.
- Komunikasi dalam satu arah (kekanan atau kekiri).
- Komunikasi down jika salah satu node mengalami kerusakan.
- Menggunakan tipe kabel UTP atau patch kabel (IBM tipe 6).
Keuntungan
dari topologi tipe ini adalah :
- Tabrakan dapat dihindari (komunikasi dalam satu arah).
- Komunikasi yang lebih cepat.
- Dapat melayani komunikasi yang padat.
- Waktu akses lebih optimal.
Kerugian
dari topologi tipe ini adalah :
- Jaringan dapat terganggu jika ada komputer yang gagal berfungsi.
- Penambahan atau pengurangan komputer dapat mengacaukan jaringan.
- Konfigurasi ulang yang sulit.
- Topologi Pohon (Tree)
Topologi
pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi
merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.

Gambar 3.25 : Prinsip Kerja Topologi
Tree
Karakteristik
topologi pohon :
- Interkoneksi antar sentral dengan hierarki yang berbeda.
- Sistem hierarki (tingkatan).
Keuntungan
dari topologi tipe ini adalah :
- Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat.
Kerugian
dari topologi tipe ini adalah :
- Jika hierarki yang paling atas mengalami kerusakan, maka hierarki yang berada dibawahnya tidak akan berfungsi.
3.2.2 Macam-macam Alat Penghubung Jaringan Komputer
1.
HUB
HubAlat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya
dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana
(misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal)
ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke
port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama
dapat membaca paket tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan
diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub
mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan
switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch
sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.
Kelebihan Hub adalah
memungkinkan pengguna untuk berbagi pada jalur yang sama ,memiliki banyak port
(4 sampai 24 port ditambah 1 untuk ke server atau hub yang lain.)
Kekurangan Hub adalah karena
dapat berbagi jalur yang sama maka kecepatan komunukasinya juga harus dibagi
dengan hub lainya.

Gambar 3.26 : HUB
2.
Switch
Switch adalah perangkat
jaringan yang beroprasi dilapisan data link. Menurut pembagianya switch dapat
dibagi menjadi dua arsitektur yaitu:
a.
Switch Cut Through adalah saat paket dating switch
hanya memperhatikan alamat tujuanya sebelum melanjutkan ke segmen tujuan sehingga memiliki kelebihan dari segi
kecepatan.
b.
Switch Store and Forward adalah menerima dan
menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskan ke tujuan atau kebalikanya
dari switch cut through. Sehingga untuk memeriksa satu paket membutuhkan waktu
yang cukup lama tetapi hal ini dapat mendeteksi kerusakan pada satu paket agar
tidak mengganggu jaringan.
Kelebihanya adalah kecepatan
transfer data yang lebih cepat dibandingkan dengan shared network pada hub dan
dapat memeriksa dan menganalisa seluruh paket sebelum diteruskan ke
tujuan.
Kekuranganya yaitu membutuhkan
waktu yang cukup lama untuk memeriksa suatu paket

Gambar 3.27 : Switch
3.
Router
Router Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data
dalam jaringan.router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua
jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah
router.Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau
lebih untuk disambungkan. Router menggunakan HEADERSdan daftar tabel pengantar
(Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan
sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP,HTTP untuk
berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar
dua host manapun.
Kelebihanya adalah dapat
menyaring proses data dan dapat membagi jaringan menjadi beberapa subnet
sehingga hanya proses yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa
mengalir dari satu segmen ke segmen lainya.
Kekuranganya adalah setiap
proses pengiriman data harus menggunakan IP address.

Gambar 3.28 : Router
4.
Bridge
Bridge adalah perangkat yang
menghubungkan beberapa jaringan LAN yang terpisah kedalam satu jaringan yang
lebih besar.Kelebihan bridge adalah
a.
Dapat menghubungkan tipe jaringan yang berbeda seperti
Ethernet dan Fast Ethernet atau tipe
jaringan yang sama
b.
Bridge dapat memetakan alamat Ethernet dari setiap
node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan
proses pengiriman data yang diperlukan oleh bridge.
c.
Dapat menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya
sama paket akan ditolak apabila segmennya berbeda akan diteruskan ke segmen
tujuanya.
d.
Dapat mencegah pesan rusak untuk tak menyebar keluar
dari satu segmen.
Kekurangan bridge adalah tidak
memperbolehkan melakukan proses pengiriman selain proses pengiriman data yang
dibutuhkan oleh bridge dan tidak dapat menentukan segmen dan sumber jika
segmenya sama.
Terdapat
tiga jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:
a. Bridge Lokal : sebuah bridge yang
dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
b. Bridge Remote : dapat digunakan
untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area
Network.
c. Bridge Nirkabel : sebuah bridge yang
dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.
3.2.3 Berikut gambar Topologi Jaringan di LAPAN :
Gambar 3.29 : Topologi di LAPAN
3.2.4 Analisis Switch/Hub
- Gedung 1 Lantai 2
- Switch D-Link DES-3226S
- Gedung 1 Lantai 2½
- 3COM Baseline Switch 2808
- Switch D-Link DES-3624
- Gedung 2 Lantai 2
- 3COM Baseline Switch 2816 SPF-Plus
- 3COM Baseline Switch 2808 (FTP APGEOMAGSA)
- Gedung 3 Lantai 1
- 3COM Baseline Switch 2880
- 3COM Baseline Switch 2808
- 3COM Baseline Switch 2808
- Gedung 3 Lantai 4
- Switch D-Link DES-1016D
- Switch D-Link DES-1016D
- OmniSwitch 6800-24 ALCATEL
- Switch CentreCOM 3012SL
3.3 Konfigurasi WiFi (Wireless)
WiFi
yang digunakan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ini
berjumlah 18 WiFi.
- Di gedung 1 berjumlah : 5 Buah WiFi
- Di gedung 2 berjumlah : 3 Buah WiFi
- Di gedung 3 berjumlah : 8 Buah WiFi
- Di gedung baru berjumlah : 2 Buah WiFi
Tabel 3.1 Wireless Acces Point DI LAPAN
|
Nama SSID
|
Lokasi
|
|
Bdglapan_11a
|
Gedung 1, Lantai 1, depan Operator
|
|
Bdglapan_11b
|
Gedung 1, Lantai 1, depan Rumga
|
|
Bdglapan_12a
|
Gedung 1, Lantai 2, depan deputi
|
|
Bdglapan_12b
|
Gedung 1, Lantai 2, depan ruang 208
|
|
Bdglapan_13a
|
Gedung 1, Lantai 3, depan ruang 306
|
|
Bdglapan_21a
|
Gedung 2, Lantai 1, depan ruang 2108
|
|
Bdglapan_22a
|
Gedung 2, Lantai 2, depan toilet
|
|
Bdglapan_22b
|
Gedung 2, Lantai 2, depan ruang rapat
|
|
Bdglapan_31a
|
Gedung 3, Lantai 1, ruang insmatgan
|
|
Bdglapan_31b
|
Gedung 3, Lantai 1, depan Toilet
|
|
Bdglapan_32a
|
Gedung 3, Lantai 2, depan ruang rapat jizon polud
|
|
Bdglapan_32b
|
Gedung 3, Lantai 2, depan ruang 308
|
|
Bdglapan_33a
|
Gedung 3, Lantai 3, depan Lab Kimia
|
|
Bdglapan_33b
|
Gedung 3, Lantai 3, depan ruang 3303
|
|
Bdglapan_34a
|
Gedung 3, Lantai 4, depan Toilet
|
|
Bdglapan_34b
|
Gedung 3, Lantai 4, ruang rapat pustfatsatklim
|
Spesifikasi
yang di gunakan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ini yaitu
:
Tabel 3.2 Spesifikasi Wireless
|
Spesifikasi
|
Kecepatan
|
Frekuensi Band
|
Cocok Dengan
|
|
802.11 g
|
54 mb/s
|
~ 2,4 Ghz
|
B dan G
|
Antena WiFi yang digunakan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa
Nasional (Lapan) ini yaitu menggunakan Antena Fyber Optik (FO), sehingga jika
ada yang menggunakan Laptop dan sejenisnya tidak sulit untuk menggunakan
fasilitas wireless. Modem yang digunakan yaitu menggunakan modem Sky Line
(Lintas Arta) berbeda dari pengguna modem biasanya yang menggunakan Telkom,
Indosat dan lain-lain. Kecepatan modem Sky Line (Lintas Arta) ini yaitu 10
Mbps. berbeda dengan modem biasanya kecepatannya 8-9 Mbps. Setiap Wireless
menggunakan IP dan SSID (Nama)
Fyber optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan dapat digunakan untuk
mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat
lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer.
Cahaya yang ada di dalam fyber optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar
daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat
sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus
digunakan sebagai saluran komunikasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar