Rabu, 12 Februari 2014

Laporan PKL di LAPAN Bandung



PELAKSANAAN PRAKERIN

3.1 Pengertian
Komputer adalah sekumpulan mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang baik dan teliti. Sistem ini kemudian dapat digunakan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan secara otomatis, berdasar urutan instruksi ataupun program yang diberikan kepadanya.

Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:
Description: 1
Gambar 3.1 Perakitan Komputer
(Sumber :
http://heru1745.multiply.com)


3.1.1        Persiapan
Persiapan yang baik akan memudahkan dalam perakitan komputer serta menghindari permasalahan yang mungkin timbul. Hal yang terkait dalam persiapan meliputi:
  1. Penentuan Konfigurasi Komputer
  2. Persiapan Komponen dan perlengkapan
  3. Pengamanan
  1. Penentuan Konfigurasi Komputer
Konfigurasi komputer berkait dengan penentuan jenis komponen dan fitur dari komputer serta bagaimana seluruh komponen dapat bekerja sebagai sebuah sistem komputer sesuai keinginan kita.Penentuan komponen dimulai dari jenis prosessor, motherboard, lalu komponen lainnya.Faktor kesesuaian atau kompatibilitas dari komponen terhadap motherboard harus diperhatikan, karena setiap jenis motherboard mendukung jenis prosessor, modul memori, port dan I/O bus yang berbeda-beda.
  1. Persiapan Komponen dan Perlengkapan
Komponen komputer beserta perlengkapan untuk perakitan dipersiapkan untuk perakitan dipersiapkan lebih dulu untuk memudahkan perakitan. Perlengkapan yang disiapkan terdiri dari:
  1. Komponen komputer
  2. Kelengkapan komponen seperti kabel, sekerup, jumper, baut dan sebagainya
  3. Buku manual dan referensi dari komponen
  4. Alat bantu berupa obeng pipih dan philips

Software sistem operasi, device driver dan program aplikasi.
Description: 2
Gambar 3.2 Perlengkapan Perakitan Komputer
(Sumber :
http://heru1745.multiply.com)

Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.

  1. Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
  1. Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
  2. Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.
Description: 3
Gambar 3.3 Pengamanan Perakitan Komputer
(Sumber :
http://heru1745.multiply.com)

3.1.2  Perakitan
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
  1. Penyiapan motherboard
  2. Memasang Prosessor
  3. Memasang heatsink
  4. Memasang Modul Memori
  5. memasang Motherboard pada Casing
  6. Memasang Power Supply
  7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  8. Memasang Drive
  9. Memasang card Adapter
  10. Penyelesaian Akhir


  1.  Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.
Description: 4
Gambar 3.4 Penyiapan Motherboard

  1. Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
  1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
  2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
  3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
  4. Turunkan kembali tuas pengunci.
Description: 5
Gambar 3.5 Pemasangan Processor

Jenis Slot
  1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
  2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak
  3. Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.
Description: 6
Gambar 3.6 Pemasangan VGA Card



  1. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas. Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.  



Description: 7
Gambar 3.7 Pemakaian Heatsink (Pasta) pada Processor
  1.  Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
  1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
  2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot.
  3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.


 Description: 8
Gambar 3.8 RAM
Description: 9
Gambar 3.9 Pemasangan RAM



Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
  1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
  2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
  3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.
Description: 10
Gambar 3.10 Slot
Description: 11
Gambar 3.11 Pemakaian Slot





  1. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
  1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
  2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
  3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
  4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
  5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
Description: 12
Gambar 3.12 Pemasangan Motherboard pada Casing

  1. Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
  1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
  2. Hubungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
Description: 13
Gambar 3.13 Pemasangan Power Supply

  1. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
  1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
  2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
  4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
  6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
Description: 14
Gambar 3.14 Pemasangan Kabel Motherboard pada Casing
Description: 15
Gambar 3.15 Port

Description: 16
Gambar 3.16 Slot LED

  1.  Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
  1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
  2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
  3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
  4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
  5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
  6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
  7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
  9. Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.
Description: 17
Gambar 3.17 Pemasangan Drive


  1. Memasang Card Adapter
Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter.Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
  1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
  2. Pasang sekerup penahan card ke casing
  3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
Description: 18
Gambar 3.18 Pemasangan Card Adapter

  1.  Penyelessaian Akhir
  1. Pasang penutup casing dengan menggeser
  2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
  3. Pasang konektor monitor ke port video card.
  4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
  5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
  6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
Description: 19
Gambar 3.19 Penempatan Kabel Penghubung

3.1.2        Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
  1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
  2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
  3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
  4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
  5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

3.1.4        Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
  1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
  2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/
LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung.  Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat.

3.2 Topologi Jaringan
Ilmu yang mempelajari tentang hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan (node, link, & station) disebut Topologi jaringan.Setiap jenis topologi di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna.




Gambar 3.20 Macam-macam Topologi Jaringan

Ada beberapa kategori Topologi Jaringan yaitu :
  1. Topologi Bintang (Star)
  2. Topologi Bus
  3. Topologi Mesh
  4. Topologi Cincin (Ring)
  5. Topologi Pohon (Tree)

Berikut penjelasan tentang 5 kategori utama dalam topologi jaringan.
  1. Topologi Bintang (Star)
Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLsj5vrGzK_Bqd-PITwbxgfYvbEOuEiJ2nZvClYXnn3l_NzgcvKuAioEP-mwSr7lhfgY8-P_eQBseWq5VMQZe0boMBjyuKyws5AlEvEMCXYV6UtBbnmlXjSehsHPYOq61WwxGHA215gg/s320/topologi-star.jpg
Gambar 3.21 : Prinsip Kerja Topologi Star


Karakteristik topologi bintang :
  1. Setiap node terhubung langsung dengan konsentrator/HUB.
  2. Jika HUB/konsentrator terhubung ke banyak komputer (misal HUB 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
  3. Topologi yang sangat mudah dikembangkan.
  4. Komunikasi jaringan tidak akan terganggu jika terjadi kerusakan pada salah satu kabel atau salah satu ethernet card.
  5. Menggunakan tipe kabel UTP.
Kelebihan dari topologi tipe ini adalah :
  1. Aktifitas jaringan tidak terganggu jika dilakukan penambahan koneksi ke komputer.
  2. Aktifitas jaringan tidak terganggu jika salah satu jaringan mengalami kerusakan.
  3. Dapat menggunakan beberapa tipe kabel yang berbeda dalam satu konsentrator/HUB.
Kerugian dari topologi tipe ini adalah :
  1. Memiliki HUB terpusat, sehingga jika terjadi kerusakan pada HUB, maka jaringan akan gagal beroperasi.
  2. Membutuhkan kabel yang panjang.
  3. Jumlah terminal terbatas pada port dari HUB.
  4. Semakin banyak komunikasi data pada jaringan, maka jaringan semakin lambat.
Penanganan pada topologi jaringan ini adalah : Menyiapkan node cadangan, jika salah satu node sedang mengalami kerusakan.

  1. Topologi Bus
Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentangkan kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut
Description: http://zuhudtz.files.wordpress.com/2010/03/topo_bus.jpg?w=302&h=206
Gambar 3.22 : Prinsip Kerja Topologi Bus

Karakteristik topologi bus :
  1. Dihubungkan secara seri dan kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
  2. Sederhana dan ekonomis.
  3. Komunikasi data yang bersimpangan pada satu kabel.
  4. Tidak menggunakan HUB/konsentrator.
  5. Pada setiap ethernet card diperlukan Tconnector.
  6. Jika terjadi kerusakan pada salah satu node, jaringan akan down.
Keuntungan dari topologi tipe ini adalah :
  1. Sederhana dan ekonomis.
  2. Kabel yang digunakan sedikit.
  3. Mudah untuk memperluas jaringan.


Kerugian dari topologi tipe ini adalah :
  1. Komunikasi yang padat akan memperlambat jaringan.
  2. Barrel konektor(penghubung) memperlemah dan menghalangi sinyal elektrik yang dikirimkan.
  3. Troubleshooting yang sulit.
  4. Lambat.

  1. Topologi Mesh
Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi.Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi.setiap perangkat Setiap prrangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioEpikRmExycFlFOF-D0TwySKqbSMPTn4IoofrA1fvpqvFmiDRixXzZNYkqSC1KmejUOAQVCoizEi_o09fCcf4SFBrYNc05rzCuXQSwezMZTeTB7knl4E8cKXcT41R11lOqwQPKSkwQQ/s320/topologi-mesh.jpg
Gambar 3.23 : Prinsip Kerja Topologi Mesh

Karakteristik topologi mesh :
  1. Hubungan yang rumit antara peralatan yang digunakan.
  2. Setiap peralatan terhubung satu sama lain.
  3. Sulit dikendalikan karena perlatan yang terhubung sangat banyak.

Keuntungan dari topologi tipe ini adalah :
  1. Fault tolerance (kesalahan dapat ditoleransi).
  2. Kapasitas channel komunikasi terjamin.
  3. Troubleshooting lebih mudah.

Kerugian dari topologi tipe ini adalah :
  1. Instalasi yang rumit.
  2. Konfigurasi ulang jika terjadi penambahan pada jaringan.
  3. Biaya pemeliharaan mahal.
  1. Topologi Cincin (Ring)

Disebut topologi ring karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.


Description: http://zuhudtz.files.wordpress.com/2010/03/topo_ring.jpg?w=300&h=303
Gambar  3.24: Prinsip Kerja Topologi Ring

Karakteristik topologi cincin adalah :
  1. Node dihubungkan secara seri berbentuk lingkaran.
  2. Sederhana.
  3. Komunikasi dalam satu arah (kekanan atau kekiri).
  4. Komunikasi down jika salah satu node mengalami kerusakan.
  5. Menggunakan tipe kabel UTP atau patch kabel (IBM tipe 6).

Keuntungan dari topologi tipe ini adalah :
  1. Tabrakan dapat dihindari (komunikasi dalam satu arah).
  2. Komunikasi yang lebih cepat.
  3. Dapat melayani komunikasi yang padat.
  4. Waktu akses lebih optimal.

Kerugian dari topologi tipe ini adalah :
  1. Jaringan dapat terganggu jika ada komputer yang gagal berfungsi.
  2. Penambahan atau pengurangan komputer dapat mengacaukan jaringan.
  3. Konfigurasi ulang yang sulit.

  1. Topologi Pohon (Tree)
Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.
Description: http://zuhudtz.files.wordpress.com/2010/03/topo_tree.png?w=268&h=320

Gambar 3.25 : Prinsip Kerja Topologi Tree

Karakteristik topologi pohon :
  1. Interkoneksi antar sentral dengan hierarki yang berbeda.
  2. Sistem hierarki (tingkatan).

Keuntungan dari topologi tipe ini adalah :
  1. Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat.

Kerugian dari topologi tipe ini adalah :
  1. Jika hierarki yang paling atas mengalami kerusakan, maka hierarki yang berada dibawahnya tidak akan berfungsi.

3.2.2 Macam-macam Alat Penghubung Jaringan Komputer
1.        HUB
HubAlat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai kecepatan 1 Gbps.
Kelebihan Hub adalah memungkinkan pengguna untuk berbagi pada jalur yang sama ,memiliki banyak port (4 sampai 24 port ditambah 1 untuk ke server atau hub yang lain.)
Kekurangan Hub adalah karena dapat berbagi jalur yang sama maka kecepatan komunukasinya juga harus dibagi dengan hub lainya.
Description: 8_port_mini_ethernet_hub
Gambar 3.26 : HUB
2.        Switch
Switch adalah perangkat jaringan yang beroprasi dilapisan data link. Menurut pembagianya switch dapat dibagi menjadi dua arsitektur yaitu:
a.       Switch Cut Through adalah saat paket dating switch hanya memperhatikan alamat tujuanya sebelum melanjutkan ke segmen tujuan sehingga memiliki kelebihan dari segi kecepatan.
b.      Switch Store and Forward adalah menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskan ke tujuan atau kebalikanya dari switch cut through. Sehingga untuk memeriksa satu paket membutuhkan waktu yang cukup lama tetapi hal ini dapat mendeteksi kerusakan pada satu paket agar tidak mengganggu jaringan.
Kelebihanya adalah kecepatan transfer data yang lebih cepat dibandingkan dengan shared network pada hub dan dapat memeriksa dan menganalisa  seluruh paket sebelum diteruskan ke tujuan.
Kekuranganya yaitu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memeriksa suatu paket



Description: 24___2g_layer_2_optical_ethernet_switch
Gambar 3.27 : Switch
3.        Router
Router Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan.router dapat digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.Router berada di sisi gateway sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan. Router menggunakan HEADERSdan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan juga menggunakan protokol seperti ICMP,HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua host manapun.
Kelebihanya adalah dapat menyaring proses data dan dapat membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya proses yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lainya.
Kekuranganya adalah setiap proses pengiriman data harus menggunakan IP address.



Description: linksys-wrt54gs-wireless-g-broadband-router-with-speedbooster
Gambar 3.28 : Router

4.        Bridge
Bridge adalah perangkat yang menghubungkan beberapa jaringan LAN yang terpisah kedalam satu jaringan yang lebih besar.Kelebihan bridge adalah
a.       Dapat menghubungkan tipe jaringan yang berbeda seperti Ethernet dan Fast Ethernet atau tipe jaringan yang sama
b.      Bridge dapat memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan proses pengiriman data yang diperlukan oleh bridge.
c.       Dapat menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama paket akan ditolak apabila segmennya berbeda akan diteruskan ke segmen tujuanya.
d.      Dapat mencegah pesan rusak untuk tak menyebar keluar dari satu segmen.

Kekurangan bridge adalah tidak memperbolehkan melakukan proses pengiriman selain proses pengiriman data yang dibutuhkan oleh bridge dan tidak dapat menentukan segmen dan sumber jika segmenya sama.
Terdapat tiga jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:
a.       Bridge Lokal : sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan lokal.
b.      Bridge Remote : dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
c.       Bridge Nirkabel : sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.

3.2.3 Berikut gambar Topologi Jaringan di LAPAN :
 





















Gambar 3.29 : Topologi di LAPAN

3.2.4 Analisis Switch/Hub
  1. Gedung 1 Lantai 2
      1. Switch D-Link DES-3226S   
  2. Gedung 1 Lantai 2½
      1. 3COM Baseline Switch 2808
      2. Switch D-Link DES-3624
  3. Gedung 2 Lantai 2
      1. 3COM Baseline Switch 2816 SPF-Plus
      2. 3COM Baseline Switch 2808 (FTP APGEOMAGSA)
  4. Gedung 3 Lantai 1
      1. 3COM Baseline Switch 2880
      2. 3COM Baseline Switch 2808
      3. 3COM Baseline Switch 2808
  5. Gedung 3 Lantai 4
      1. Switch D-Link DES-1016D
      2. Switch D-Link DES-1016D
      3. OmniSwitch 6800-24 ALCATEL
      4. Switch CentreCOM 3012SL

3.3 Konfigurasi WiFi (Wireless)
WiFi yang digunakan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ini berjumlah 18 WiFi.
  1. Di gedung 1 berjumlah : 5 Buah WiFi
  2. Di gedung 2 berjumlah : 3 Buah WiFi
  3. Di gedung 3 berjumlah : 8 Buah WiFi
  4. Di gedung baru berjumlah : 2 Buah WiFi



Tabel 3.1 Wireless Acces Point DI LAPAN
Nama SSID
Lokasi
Bdglapan_11a
Gedung 1, Lantai 1, depan Operator
Bdglapan_11b
Gedung 1, Lantai 1, depan Rumga
Bdglapan_12a
Gedung 1, Lantai 2, depan deputi
Bdglapan_12b
Gedung 1, Lantai 2, depan ruang 208
Bdglapan_13a
Gedung 1, Lantai 3, depan ruang 306
Bdglapan_21a
Gedung 2, Lantai 1, depan ruang 2108
Bdglapan_22a
Gedung 2, Lantai 2, depan toilet
Bdglapan_22b
Gedung 2, Lantai 2, depan ruang rapat
Bdglapan_31a
Gedung 3, Lantai 1, ruang insmatgan
Bdglapan_31b
Gedung 3, Lantai 1, depan Toilet
Bdglapan_32a
Gedung 3, Lantai 2, depan ruang rapat jizon polud
Bdglapan_32b
Gedung 3, Lantai 2, depan ruang 308
Bdglapan_33a
Gedung 3, Lantai 3, depan Lab Kimia
Bdglapan_33b
Gedung 3, Lantai 3, depan ruang 3303
Bdglapan_34a
Gedung 3, Lantai 4, depan Toilet
Bdglapan_34b
Gedung 3, Lantai 4, ruang rapat pustfatsatklim



Spesifikasi yang di gunakan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ini yaitu :

Tabel 3.2 Spesifikasi Wireless
Spesifikasi
Kecepatan
Frekuensi Band
Cocok Dengan
802.11 g
54 mb/s
~ 2,4 Ghz
B dan G



Antena WiFi yang digunakan di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) ini yaitu menggunakan Antena Fyber Optik (FO), sehingga jika ada yang menggunakan Laptop dan sejenisnya tidak sulit untuk menggunakan fasilitas wireless. Modem yang digunakan yaitu menggunakan modem Sky Line (Lintas Arta) berbeda dari pengguna modem biasanya yang menggunakan Telkom, Indosat dan lain-lain. Kecepatan modem Sky Line (Lintas Arta) ini yaitu 10 Mbps. berbeda dengan modem biasanya kecepatannya 8-9 Mbps. Setiap Wireless menggunakan IP dan SSID (Nama)

Fyber optik  adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah laser atau LED. Kabel ini berdiameter lebih kurang 120 mikrometer. Cahaya yang ada di dalam fyber optik tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.